Sabtu, 25 Oktober 2014
Home » Pilihan, Produk, Terkini » H-2, Harga Cabe Merah Meroket

H-2, Harga Cabe Merah Meroket

SPC, Bandung -Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan Arif mengatakan, harga cabe merah melambung paling tinggi. “Yang menonjol itu cabe merah, naik dalam beberapa hari ini. Naiknya lumayan dari Rp 15 ribuan (per kilogram) ke Rp 20 ribuan, sampai ada yang Rp 25 ribu (per kilogram),” kata dia di Bandung, Jumat, 17 Agustus 2012.

Dia sempat heran soal naiknya harga cabe merah ini karena sudah masuk musim panen. “Atau memang secara priskologis terdorong kenaikan harga menjelang Lebaran. Karena memang kebutuhan untuk bumbu-bumbu mkanana meningkat. Kebutuhan cabe meningkat,” kata Ferry.

Menurut dia, lonjakan harga cabe ini mengalahkan kenaikan harga daging sapi yang naik berkisar 10 persenan. Harga rata-rata daging sapi pekan lalu Rp 80 ribuan, kini sudah menembus Rp 85 ribuan perkilogram. Dia mencontohkan harga daging sapi hass dalam sebelumnya Rp 90 ribu naik Rp 95 ribu per kilogram.

Sementara komoditas lainnya tidak menjukkan lonjakan berarti di antaranya beras dan gula pasir. Beras misalnya kenaikannya rata-rata Rp 100 per kilogram.

Permintaan Operasi Pasar Murah jelang Lebaran ini hanya berasal dari 5 daerah yakn Sumedang, Subang, Cimahi, Cianjur, serta Kabupaten Cireobon. Kabupaten Majalengka yang awalnya meminta Operasi Pasar Murah memilih menangguhkan pelaksanaannya jelang Lebaran ini gara-gara sejumlah BUMN menggelar pasar murah dari CSR mereka di wilayah itu. Di setiap dareah rata-rata menyebarkan seribu paket bahan makanan pokok.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Koesmayadi Tatang Padmadinata mewanti-wanti warga agar berhati-hati membeli daging. ”Sekarang lebih rawan,” kata dia.

Dia beralasan, harga yang tinggi, pasokan yang relatif bisa memicu maraknya pedagang nakal yang menjual daging gelondongan, daging bercampur borak, hingga daging tiren. ”Ibu-ibu kalau beli daging, beli di tempat caang (terang), jangan di gelap-gelapan,” kata Koesmayadi.

Dinas Peternakan juga tengah disibukkan denga pemeriksaan di rumah potong hewan gara-gara jumlah sapi yang dipotong melonjak. Dia memperkirakan, pemotongan sapi jelang Lebaran ini bisa menembus seribu ekor dalam sehari.

Koesmayadi mengatakan, harga daging sapi saat ini relatif tinggi, salah satunya disebabkan mayoritas pembeli memilih mengkonsumsi daging. Sementara di hari biasa, harga jeroan bisa ikut menekan harga daging. ”Lebaran orang gak mau makan jeroan,” kata dia. ”Harga daging bisa turun kalau jeroan laku.” (spc-05/tempo)

Berita Terkait

Leave a Reply

Mobile Site

QR Code - scan to visit our mobile site

Archives

Enter your email address to subscribe to this site and receive notifications of new posts by email.

Join 205 other subscribers

© 2014 SuaraPengusaha.Com. All Rights Reserved | Pindah ke Situs Mobile